Kapal penangkap ikan dari Pangkalan Dua berusaha menunggu rakit Aldi di rakit yang lain.
Namun, rakit Aldi yang hanyut tak lewat titik yang diperkirakan. Sejak saat itulah, Aldi mencoba bertahan hidup.
Di rakitnya terdapat generator, tabung gas, lampu, radio, HT, tenaga surya antena, baju beras rempah-rempah, peralatan dapur, dan Alkitab.
Aldi pun menangis mengingat orangtuanya, dia bahkan berpikir tak bisa kembali lagi ke rumahnya. Dia sempat berteriak minta tolong saat ada kapal yang melintas, tetapi orang yang di atas kapal abai.
Belum lagi, satu minggu setelah hanyut, persediaan makanannya habis. Aldi pun makan ikan yang dikail dan direbusnya. Namun, seminggu kemudian tabung gas pun habis.
Aldi tak kehabisan akal, dia kemudian membakar papan di atas rakit untuk merebus dan membakar ikan di atas wajan. Tak hanya itu, beberapa kali, Aldi juga memakan ikan mentah.
Aldi pun berusaha menghemat tenaganya karena kondisi fisiknya melemah dan mematikan lampu saat tak ada kapal yang melintas demi menghemat energi listrik.
Saat terombang-ambing di laut, Andi mengaku selalu membaca Alkitab demi memperoleh kekuatan rohani.
BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA
Halaman Berikutnya

