“Tim kita bagi sebanyak empat regu, satu regu masuk dari dekat Bank Mandiri, satu regu masuk dari Kompas,
Satu regu masuk dari Kantor Perpusatakaan yang lama dan satu lagi masuk dari toko foto Mawar,” terangnya, seperti dikutip TribunSingkawang.com, Senin (26/3).
Sayangnya, meski sudah memakai strategi, namun masih terdapat anak punk yang berhasil kabur dari kejaran petugas.
Menurut Jarvid, anak-anak punk yang berkeliaran di jalanan Kota Singkawang tidak sepenuhnya berasal dari kota yang dijuluki sebagai Kota Amoy tersebut.
“Anak-anak yang tertangkap tidak semuanya dari Kota Singkawang. Kebanyakan dari luar, seperti Kalsesl, Jatim, Bengkayang dan Kota Pontianak,” ujarnya.
Sementara itu, dari hasil pembongkaran gubuk, petugas mendapatkan sebuah kasur dan perlengakapan masak.
“Mereka membuat gubuk sendiri lengkap dengan tilam dan tempat masak,” kata Jarvid.
BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA
Halaman Berikutnya

